Skip to Content

Tentang Angelina Sondakh

Angelina Sondakh adalah figur publik Indonesia yang penuh kontras: mantan Puteri Indonesia, politisi, dan tokoh yang pernah menghadapi tantangan besar dalam hidupnya.

Discover more Cont​​​​​act us

Latar Belakang

Lahir di Adelaide, Australia pada 1977, Angelina tumbuh dalam keluarga dengan latar pendidikan yang kuat, ibunya seorang dosen, sementara ayahnya pernah menjabat sebagai rektor di sebuah universitas negeri di Sulawesi Selatan. 

Lingkungan akademis ini membentuk fondasi awal perjalanan intelektualnya. Ia mengawali pendidikan dasar dan menengah pertama di Manado, kemudian melanjutkan SMA di Australia. Setelah kembali ke Indonesia, ia meraih gelar Sarjana Manajemen Ekonomi dari Universitas Katolik Atma Jaya dan melanjutkan studi Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia dengan predikat cum laude.

Learn more

Prestasi & Perjalanan Karier

Perjalanan kariernya mencerminkan ambisi, perubahan, tetapi juga pelajaran mendalam tentang integritas dan tanggung jawab. 






Puteri Indonesia 2001







Career Progress

Tahun 2004, dia mencoba peruntungan dalam dunia politik dan berhasil menjadi anggota DPR-RI 2 periode dengan jumlah suara pemilih yang signifikan. Selama menjadi anggota DPR, Angelina diangkat menjadi duta orang utan oleh sebuah LSM international yang berpusat di California, US. Tidak itu saja, selain aktif di komisi IX dengan berbagai perjuangan aspirasinya baik didunia pendidikan, budaya maupun olahraga, ia juga menggagas lahirnya WOMEN. Sebuah perkumpulan yang memperjuangkan & mengkonsolidasikan kaum perempuan untuk berkiprah dan kontribusi dalam proses pembangunan bangsa.








Pendiri Woman Act for Humanity & Environment


Perubahan Spiritual

Perubahan besar dalam hidup Angelina juga membawanya pada perjalanan spiritual menuju Islam.

 

 


 Di tengah masa paling berat, ia menemukan ketenangan dalam sujud, makna dalam ayat-ayat yang ia pelajari, dan kekuatan dalam doa yang sederhana namun tulus. Proses hijrahnya bukan sekadar perubahan keyakinan, tetapi perjalanan pulang menuju hati yang lebih jernih, tempat ia belajar sabar, ikhlas, dan memaknai hidup dengan cara yang lebih dalam.